Monday, January 13, 2020

Produk Unggulan ABDIMAS 34


Kasengan, Manding, Sumenep merupakan tempat wilayah yang sangat strategis karena sangat dekat dengan perkotaan sumenep yang hanya menempuh jarak 15 menit ke kota. Kasengan adalah tempat dengan perbukitan dan masyarakat dalam kesehariannya kebanyakan bekerja sebagai petani/berkebun. Dalam hal mereka lebih dalam hasil panen singkong. Biasanya singkong disini d oleh sebagai keripik singkong, yang dijual di toko-toko keci, pasar, hingga di ambil oleh konveksi (seles) untuk di jual pada supermarket yang ada di sumenep bahkan dipulau madura lainnya.


Untuk menjadikan singkong sebagai olahan yang lainnya maka ABDIMAS-34 membuat olahan "NUGGET SINGKONG". Hal ini bertujuan agar olahan singkong dapat dijadikan makanan yang lainnya tidak harus berpatokan pada kripik saja. Untuk cara membuatnya yaitu;

Bahan Bahan:
1. Singkong 5 buah
2. Mentega 1/4 kg
3. Tepung terigu 1/2 kg
4. Tepung Roti 1/2 kg
5. Gula 1/2 kg
6. Stik kayu
7. Misis warna warni 2 ons
8. Coklat batang
9. Keju


Cara Membuat :
1. Kupas dam cuci bersih singkong lalu potong kecil-kecil dan rebus singkong sampai matang.
2. Singkong yang sudah matang lalu di tumbuk sampai halus
3. Masukkan singkong yang sudah halus ke tempat bersih, tambahkan tepung terigu, mentega, dan gula
4. Campur sampai adonan merata
5. Sesudah adonan tercampur bentuk bulat dan pipihkan pada stik kayu
6. Lumuri dengan tepung roti dan di goreng
7. Setelah Nuget matang olesi dengan mentega dan kasih toping sesuai selera
8. Nuget Singkong sip di hidangkan.



Nugget Singkong ini dapat dijadikan untuk modal usaha dan camilan keluarga atau anak-anak yang pastinya akan menyehatkan pula bagi semuanya. Selamat mencoba. . . .



                                                                           Desa Kasengan, Senin 30 Desember 2019 Pukul 15.30

Thursday, January 9, 2020

Suasana Menjadi Haru Setelah Inagurasi ABDIMAS 34 di Kasengan


Kasengan adalah tempat para ABDIMAS 34 dari Universitas Trunojoyo Madura mengabdi kepada masyarakat. Dalam hal ini kami telah banyak melakukan banyak kegiatan-kegiatan mulai dari membatu warga, bersih-bersih untuk kegiatan gotong-royong, ke tokoh penting masyarakat, bersama ibu-ibu PKK, memberikan penyuluhan tentang teknologi canggih, membantu rekening, dll.

ABDIMAS 34 tinggal di Desa Kasengan selama 26 hari. Tepatnya di Balai Desa Kasengan. Disana terdapat 5 ruangan yang terdiri dari 3 ruang kerja, musholla, kamar mandi. Fasilitas yang kami dapat yaitu Wi-fi, TV, kebutuhan air, listrik yang kami dapatkan secara gratis. ABDIMAS 34 Tentunya tak pernah kekurangan dalam hal ini.

Sampai tiba pada hari ke-26 kami dikembali lagi kepada Universitas Trunojoyo Madura yang telah di ucapkan oleh Bapak Mahfud sebagai Kepala Desa Kasengan. Teentunya ini merupakan suasana yang mengharukan, akan tetapi kami percaya masih ada tanggungan yang akan kami wujudkan untuk orang tua kami yaitu mewujudkan cita-cita orang tua dengan Wisuda yang insyaallah ABDIMAS 34 setelah KKN ini akan melanjutkan wisuda serta dapat menjadi "Sukses".

Dalam acara inagurasi ini dilakukan dengan acara syukuran bersama dengan pemotongan Tumpeng. yang diberikan oleh Kordes kepada Kepala Desa Kasengan. Pembacaan doa-doa, Pemberian hadiah kepada pemenang lomba. dan yang terakhir yaitu pesan dan kesan oleh Kordes dan pemutaran vidio desa.

"Setiap pertemuan tentu akan ada perpisahan akan tetapi ini bukanlah akhir tetapi ini awal untuk membentuk karekter kalian menjadi orang yang akan peduli tentang masyrakat. Saat selesai ABDIMAS 34 ini tentunya kami selaku Masyarakat Kasengan, Manding, Sumenep akan membuka pintu seluas-luasnya" Ucap Bapak Mahfud

Semoga dengan ini kami selaku ABDIMAS 34 selama kami disini dapat menjadikan masyarakat Kasengan lebih antusias dengan kaum muda yang hebat yang nantinya bisa menjadikan Desa Kasengan lebih jaya dalam segala sektor. Terimakasih telah menerima kami dan terimakasih telah menjadi keluarga kami, semoga apa yang kami dapatkan di Desa Kasengan nantinya akan menjadi manfaat kepada saat kami terjun ke dunia kerja.

Terimakasih Desa Kasengan. . . .
"Sometimes, meetings and separations occur too quickly. However, memories and feelings stay too long". 




                                            Rabu, 8 Januari 2020, Pukul : 19.00, Desa Kasengan, Manding, Sumenep

Monday, January 6, 2020

Media Pembelajaran Untuk SD/MI di Desa Kasengan






Undang-undang Dasar 1945, menjelaskan tentang pendidikan di sekolah dasar merupakan upaya dasar pemerintah dalam mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti yang santun serta mampu menyelesaikan permasalahan di lingkungannya. Pendidikan di sekolah dasar merupakan pendidikan anak yang berusia antara 7 sampai dengan 13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, 

Potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat bagi siswa. Disinilah siswa sekolah dasar ditempa berbagai bidang studi yang kesemuanya harus mampu dikuasai siswa. Tidaklah salah bila di sekolah dasar disebut sebagai pusat pendidikan. bukan hanya di kelas saja proses pembelajaran itu terjadi akan tetapi di luar kelas pun juga termasuk ke dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam hal ini ABDIMAS 34 mebuatkan media pembelajaran dengan metode visual dalam hal ini media pembelajaran yang dibuat adalah untuk anak SD kelas IV yang bertempat di SDN Kasengan 02 dan MI An-Najah. Metode Visual sendiri adalah media yang hanya dapat mengandalkan indera penglihatan, suara, dan gerak yang menjadi satu bisa juga dengan menggunakan proyektor ataupun tidak.

Manfaatnya yaitu pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar siswa, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami. metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga tidak merasa bosan. siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.



                                            Senin, 6 Januari 2020, Pukul : 08.00, Desa Kasengan, Manding, Sumenep

Menghias Ruangan Untuk PG-PAUD Dari ABDIMAS-34




Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan awal yang perlu di diidk serta pendidikan pertama yang anak-anak dapatkan mulai dari Guru sebagai orangtua kedua untuk anak-anak. Dalam hal ini anak-anak memerlukan sebuah pembelajaran yang layak. dalam mendukung dan menunjang pembelajaran untuk Genarasi Emas 2030.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, "Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan Kebudayaan dan Kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir".

Maka dalam prospek ini ABDIMAS 34 menunjang kreativitas anak-anak mulai dari kegiatan belajar mengajar sambil bermain. Anggota PG PAUD di desa Kasengan merupakan bentuk partisipasi masyrakat kurangnya orang tua yang antusias terhadap anak-anak dalam dunia pendidikan menjadikan kami perlu menginspirasi kaum muda dengan hal ini anak-anak dapat berfikir bahwa masa depan dalam meraih cita-cita sesuai dengan keinginan anak-anak.

Untuk mendukung itu semua maka kami ABDIMAS 34 Universitas Trunojoyo Madura membuat sebuah media pembelajaran dengan menghias dinding-dinding PG PAUD dengan cara membuat huruf-huruf hijairah, angka-angka, serta barang-barangg mulai dari transportasi, buah-buahan, binatang dll. Semoga dengan pembuatan media ini anak-anak PG- PAUD dapat merasakan kelas desa serasa dengan kelas kota agar dapat bersemangat dalam belajar.



                                               Senin, 29 Desember 2019. Pukul : 19.00, Kasengan, Manding, Sumenep

Saturday, January 4, 2020

Sosialisasi ABDIMAS 34 Dalam Teknologi Tepat Guna Pembuatan Lampu Otomatis sebagai Peluang Usaha


Jumat, 03 Januari 2020, Pukul 19.00, Bertempat di Kasengan, Manding, Sumenep.
ABDIMAS 34 dari Universitas Trunojoyo Madura melakukan sosialisasi tentang Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam hal ini ABDIMAS 34 membuat suatu produk Lampu otomatis. dalam hal ini lampu di buat untuk penerangan jalan maupun Smart Home yang bertujuan ketika warga lupa akan mematikan lampu saat pagi hari maka lampu secara otomatis akan mati. Hal ini bertujuan untuk menghemat energi listrik dan mengurangi biaya listrik dalam setiap bulannya.

TTG bertempat di rumah Bapak Tedi. Dalam hal ini Teknologi Tepat Guna disampaikan sesudah adanya acara pengajian. Karena setiap warganya mempunyai kesibukan masing-masing maka saat yang pas untuk warga Kasengan, Manding, Sumenep ini sangat antusias dalam mepraktekkan TTG tesebut.


"Apa saja kompenen lampu otomatis tersebut ?" ujar bapak  Muhlis warga Kasengan

"Komponen lampu otomatis ini sangat mudah dengan membeli peralatan seperti, Resistor 220k, LDR (sensor cahaya), BT 136 Triac, Fiting, Lampu, dan Konektor. Harga yang di beli sekitar Rp. 22.000. Tentu sangat murah dan bisa dijadikan peluang usaha untuk masyarakat Kasengan sendiri." ujar Nurul Wahyudi Koordinator Desa.

Pembuatan TTG ini sangat mudah. Dengan bahan-bahan komponen utama, alat-alat yang harus disiapkan seperti; solder, timah, tang potong. Cara membuatnya yaitu; Pertama, siapkan komponen LDR, BT136, resistor. Kedua, sambunglah kedua kaki LDR ke kaki katoda dan juga ke kaki get pada komponen Triac dan sambungkanlah resistor dari kaki anoda ke get Triac, kemudian sambungkan kaki katoda ke salah satu ke fiitting lampu 5watt, sambungkan kabel AC ke anoda triac dan dan ke fitting salah satunya, lampu otomatis bisa digunakan.

Maka dari hal tersebut tentunya dapat menghasilkan karya lampu otomatis tentunya ini dapat menjadikan peluang usaha yang nntiinya dapat dikembangkan dan juga meghasilkan suatu karya yang sangat berharga bagi Desa Kasengan., Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.



                                            Jumat, 3 Januari 2020 Pukul : 19.00, Desa Kasengan, Manding, Sumenep
Powered by Blogger.

Flickr

Random Posts