Tuesday, December 31, 2019

Viral Penemuan Wisata Religi Baru Di Desa Kasengan, Manding, Sumenep

Bhujuk Ghunong

Warga Desa Kasengan sangat heboh dan antusias dengan sebuah penemuan Destinasi Baru yang ditemukan oleh Bapak Mahfud dan dua orang temannya. Bapak Mahfud sendiri adalah Kepala Desa Kasengan, Manding, Sumenep. Awalnya penemuan ditemukamn ketika Bapak Mahfud dan dua orang temannya ingin berpetualang ke Bukit Gunung yang terdapat di Desa Kasengan. Bermula ketika beliau ingin merasakan suatu pemandangan yang sangat indah dari atas bukit tersebut. Tiba-tiba Bapak Mahfud melihat adanya suatu Kuburan Tua (Bhujuk) yang beliau merupakan keturunan Sunan.

                                                        Bapak Mahfud Lurah Kasengan

Untuk itu Apara ABDIMAS-34 Universitas trunojoyo Madura melakukan survei dengan datang ke Bhujuk tersebut untuk bertemu dengan Bapak Mahfud. Bagaimana bisa ? Bukit yang tingginya hampir sekitar 56 meter terdapat sumber mata air yang melimpah. Dan adanya sumur tua ini menjadikan sebagai bukti sejarah dan Kuburan Tua itu diberi nama dengan sebutan (Bhujuk Ghunong).

Pemandangan dari atas Bukit Kasengan

Selain hal diatas, Bapak Mahfud juga memanfaatkan hutan yang ada di dalam bukit untuk budidaya Madu Lebah agar dapat menghasilkan suatu madu yang nantinya dapat di jadikan suatu produk unggulan terbaru dari Desa Kasengan, hanya saja saat ini madu lebah ini hanya terdapat beberapa rumah lebah yang hasilnya masih bisa dijual di toko-toko kecil.

Budidaya Lebah Madu


Akar Bajakah

Bukit yang luas terdapat beberapa pohon dengan keaneka ragaman hayati tersebut salah satunya yang menjadi geger yaitu penemuan "Akar Bajakah". Akar Bajakah sendiri adalah yang kita ketahui dapat menyembuhkan segala macam penyakit bahkan penyakit kanker dapat teratasi dengan meminum air dari akar bajakah, lapisan kulit nya dapat di potong secara tipis yang kemudian dijemur lalu direbus dan diminum airnya. Untuk kalian yang ingin berjiarah dan membutuhkan Akar Bajakah maka datanglah langsung ke Desa Kasengan.





                                                         Selasa, 31 Desember 2019, Pukul : 10.00, Tempat Desa Kasengan

Monday, December 30, 2019

Pembuatan Produk Unggulan ABDIMAS 34


Kasengan, Manding, Sumenep merupakan tempat wilayah yang sangat strategis karena sangat dekat dengan perkotaan sumenep yang hanya menempuh jarak 15 menit ke kota. Kasengan adalah tempat dengan perbukitan dan masyarakat dalam kesehariannya kebanyakan bekerja sebagai petani/berkebun. Dalam hal mereka lebih dalam hasil panen singkong. Biasanya singkong disini d oleh sebagai keripik singkong, yang dijual di toko-toko keci, pasar, hingga di ambil oleh konveksi (seles) untuk di jual pada supermarket yang ada di sumenep bahkan dipulau madura lainnya.


Untuk menjadikan singkong sebagai olahan yang lainnya maka ABDIMAS-34 membuat olahan "NUGGET SINGKONG". Hal ini bertujuan agar olahan singkong dapat dijadikan makanan yang lainnya tidak harus berpatokan pada kripik saja. Untuk cara membuatnya yaitu;

Bahan A (Utama):
- Singkong 2 kg
- Tepung Terigu (pakai segitiga) 500 grm
- Tepung Roti 500grm
- Mentega 1/4 kg
- Gula 1/4 kg
- Ladaku 1/2 sdt

Bahan B (Hiasan):
- Stik es cream secukupnya
- misis warna-warni (saya pakai warna merah dan kuning)

Cara Membuat :
1. Kupaslah singkong terlebih dahulu. kemudian cuci bersih. Dan potong kecil-kecil.
2. Kukus singkong sekitar 30 menit sampai benar-benar empuk.
3. Kemudia haluskan singkong dengan cara ditumbuk sampai benar-benar halus.
4. Singkong yang telah halus di kasih gula, garam, mentega, tepung terigu, 1/2 sdt ladaku bubuk.
5. Kalis sampai benar-benar teraduk rata.
6. Bentuk adonan singkong seperti es cream dan beri tusukan stik es cream. 
7. Kemudian goreng sampai benar-benar warna kuning kecokelatan. Setelah itu tiriskan
8. Adonan yang telah di goreng dilumuri mentega, kemudian diberi misis warna- warni sesuai selera. 



Nugget Singkong ini dapat dijadikan untuk modal usaha dan camilan keluarga atau anak-anak yang pastinya akan menyehatkan pula bagi semuanya. Selamat mencoba. . . .



                                                                           Desa Kasengan, Senin 30 Desember 2019 Pukul 15.30

Friday, December 27, 2019

Untuk Pertama Kalinya ABDIMAS-34 Mengundang Tokoh Penting, Siapa Dia ?

 

Assalamualaikum wr.wb. . . . .

Dalam rangka menjelang ulang tahun Yayasan Berkah Bumi yang ke-3 tahun, dimana jatuh pada tanggal 26 Desember 2019 ini merupakan pertama kalinya kami para ABDIMAS-34 diberikan kesempatan untuk mengundang sebagaian tokoh penting masyarakat yang turut hadir di acara ini. Dalam memulai ini semua maka ABDIMAS-34 membentuk sebuah konsep acara nantinya akan diacarakan dalam perayaan Ulang Tahun Yayasan Berkah Bumi. 



Yayasan Berkah Bumi ini dibentuk oleh Bapak Muhammad Zairi dari desa Ksengan, Manding, Sumenep. Dalam hal ini beliau telah sepakat bahwa untuk konsep acara serta para tokoh yang nantinya akan diundang akan diserahkan kepada kami para ABDIMAS-34. Selanjutnya kami yang telah membentuk konsep dan membuat sekelompok kecil dari tiap-tiap bagian yang telah disepakati.

Dalam hal ini sie kestari dan humas melakukan pembuatan surat dengan mengundang berbagai tokoh penting dari Desa Kasengan, Kabupaten Sumenep dan Tokoh Penting Indonesia. Siapakah tokoh penting itu ? ABDIMAS-34 mengundang para tokoh penting diantaranya; Perangkat desa, Kiyai-kiyai besar di Kabupaten Sumenep, dan BAZNAS. BAZNAS ini adalah sebuah lembaga yang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. BAZNAS sendiri dibentuk oleh  Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden melalui Menteri Agama. BAZNAS ini berpusat di ibu kota negara.



Serangkaian acara demi acara telah tersusun rapi mulai dari menghadirkan Banjari dari desa Kasengan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Pembukaan acara yang diketuai oleh koordinasi ABDIMAS-34 selaku ketua pelaksana acara " Robert Alvinsius Siboro", kata sambutan dari para Kiyai besar Sumenep dan sambutan dari BAZNAS, serta doorprize, pembagian zakat yang diikuti oleh para kaum anak yatim piatu dan kaum dhuafa dan selanjutnya acara penutup.



Dalam hal ini kami sangat bersyukur acara kami atas nama ABDIMAS-34 berjalan dengan sangat lancar. Semoga dengan tema yang telah kami berikan yaitu "Berbagi Cinta dan Kecerian Bersama Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Yayasan Berkah Bumi". Awal mulainya anak yatim dan kaum dhuafa berjumlah 20 orang, kemudia bertambah sebanyak 40 orang hingga sekarang berjumlah 70 orang. Dan kami berharap untuk mereka semoga selalu diberikan kesehatan lahir dan batin, selalu di sukseskan setiap langkahnya dan untuk tahun yag akan datang semoga acara ini dapat kembali diadakan dengan lebih baik lagi. Dan pesan dari ini adalah "Jika kamu berinfak kepada seseorang, berterima kasihlah kepada mereka. Kamu mungkin sudah membantu memperbaiki urusan dunia mereka, tapi mereka juga memperbaiki urusan akhiratmu".

Wassalamualaikum wr.wb . . . . 




                                               Yayasan Berkah Bumi, Desa Kasengan, Kamis 26 Desember 2019 Pukul 19.00

Wednesday, December 25, 2019

Papan Desa Untuk Kasengan dari ABDIMAS-34



Desa Kasengan ini merupakan desa yang terletak di kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Jarak Desa dengan Kecamatan Manding sangat jauh dari sini kita bisa hampir menempuh sekitar 60 menit perjalanan. Sedangkan untuk ke Kota Sumenep yang berdekatan dengan Alun-alun kota Sumenep menempuh jarak sekitar 20 menit. 

Ketika ABDIMAS-34 mulai mensurvei lokasi sebelum pada akhirnya akan melakukan kegiatan di Balai Desa Kasengan, kami melihat sisi-sisi jalan belum terdapat papan plang desa. Maka proker kita selanjutnya adalah membuatkan papan plang desa yang akan kita taruk disetiap dusun-dusun yang ada di Kasengan. Kasengan sendiri memiliki 3 dusun, yaitu Dusun Kasengan Tengah, Dusun Larangan, Dusun Oro. 

Untuk membuat papan plang dusun ini maka bahan-bahan yang kita butuhkan yaitu ;
Bahan :
1. Papan
2. Kayu
3. Paku
4. Cat Kayu
5. Thinner 
6. Botol Kososng (aqua)
7. Kertas F4 8 lembar
8. Print
9. Laptop
10. Pillox warna putih
11. gunting/silet
12. Doubel Tip

Cara Membuat :
1. Siapkan papan dan kayu. Kemudian paku setiap ujungnya agar dapat mendatar dan berdiri tegak.

2. Setelah itu siapkan botol kosong. Kemudian tuang cat dan thinner ke dalam botol. Kegunaan thinner adalah untuk mengencerkan cat kayu dan besi,politur serta bahan-bahan finishing lain. Thinner ini sifatnya cair.
3. Kemudian cat semua kayu dan papan yang telah di paku terlebih dahulu.

4. Buatlah nama desa di laptop sesuaikan ukuran nama agar tidak terlalu besar dan kecil.
5. setelah itu print.
6. Kemuadian gunting atau silet nama tadinya agar dapat ditempelkan di papan yang telah dicat.
7. Kemudian pada bagian sisi kanan, kiri ditempelkan doubel tip dan tempel pada bagian papan.
8. Gunakan pillox berwarna putih untuk nama desa agar mudah dibaca dikarenakan cat yang tadi kita gunakan adalah berwarna hijau.
10. Jemur dibawah sinar matahari hasil yang telah kita lakukan tadi.
11. Melakukan Pemasangan disetiap dusun yang ada di Desa Kasengan.




                                                                            Desa Kasengan, Rabu 25 Desember 2019 Pukul 11.00

Monday, December 23, 2019

ABDIMAS-34 BERKUNJUNG TK & PAUD



Dalam mendidik anak-anak pada tingkat  PG PAUD perlunya kesabaran serta kominten yang luas untuk mendidik anak-anak dalam mengenal dunia baik dari dalam (ortu) maupun luar. Untuk dapat melihat potensi anak-anak di desa Kasengan, kami berserta kelompok ABDIMAS-34 melakukan survey selama 2 hari yang telah disetujui oleh Bu Annisa & Bu Rahmasebagai guru di TK PGPAUD tersbut, untuk melihat potensi dan pekerbangan anak sejauh mana mereka mengenal pendidiikan dunia.



Hari Pertama, 20 Desember 2019 dalam melakukan kegiatan, ABDIMAS-34 melakukan senam pagi. Jam operasional sekolah dimulai dari 08.00 – 10.00. dalam hal ini kita yang ditunjuk sebagai koordinator pemandu, memandu jalannya senam bersama murid-murid PD PAUD Kasengan, Manding, Sumenep. Kami Melakukan serangkaian kegiatan senam dengan judul lagu senam yang dibawakan yaitu , baby shake dan anak ayam. Setelah kegiatan selesai  kami menuju pada kelas untuk melakukan tanya jawab seputar tentang mata pelajaran, mulai dari matematika, bernyanyi, bahkan berbahasa inggris kami kuasai.




Hari Kedua,  21 Desember 2019 dalam mengajar kami melakukan kegiatan makan bersama anak-anak. Hal ini biasa terjadi menjelang hari liburan sekolah. Dalam melakukan kegiatan ini anak-anak PG PAUD Kasengan, Manding, Sumenep membawa bekal masing-masing. Sesudah pembagian Hasil Nilai Semester selesai dibagikan  maka murid-murid disarankan untuk tidak meninggalkan sekolah. Dikarenakan acara makan bersama. Murid-murid sangat senang ketika melakukan makan bersama dan hal ini jarang terjadi di setiap sekolah bahkan sudah cukup langka kita temui, hal ini juga perlu atau wajib dilakukan oleh sekolah-sekolah lainnya dikarenakan dengan adanya ini maka akan dapat memupuk rasa persaudaraan diantara murid-murid.



                                                                          Desa Kasengan, Jumat 20 Desember 2019 Pukul 08.00

ABDIMAS-34 SENAM SEHAT BERSAMA WARGA KASENGAN


Senam adalah suatu cabang olahraga yang melibatkan beberapa gerakan tubuh yang membutuhkan kecepatan, kekuatan, serta keserasian gerakan fisik. Senam atau gymnastics merupakan cabang olahraga yang bertujuan untuk melatih tubuh dengan melakukan gerakan tertentu secara sengaja, sadar dan terencana, serta dilakukan secara sistematis. Tujuannya untuk membantu meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan, serta menanamkan nilai mental spiritual kepada individu yang melakukannya.





Untuk membantu masyarakat dalam melakukan gerakan aktif untuk mendukung Indonesia Sehat, maka ABDIMAS-34 melakukan kegiatan proker bersama masyarakat untuk membantu Indonesia Sehat. hal ini bertujuan agar masyarakat Kasengan dapat bergerak aktif tanpa adanya gangguan penyakit yaitu biasanya berupa sendi dan tulang. Untuk membantu itu semua maka kami ABDIMAS-34 melakukan senam bersama masyarakat dari semua kalangan, baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua sekalipun.





Dalam hal ini semua masyarakat telah antusias sekali dalam melakukan senam pagi ini. Senam ini diadakan setiap hari Minggu pagi mulai dari jam 7.00 - 09.00 yang bertempat di Balai Desa Kasengan, Manding, Sumenep. Selama ABDIMAS berlansung semoga dapat menjadikan warga dan masyarakat di desa Kasengan sehat semua lahir dan batin. Serta dapat bergerak bebas dan dapat melanjutkan amanat yang telah ABDIMAS-34 lakukan untyk itu semoga dapat menginspirasi masyarakat sekitar.




                                                                        Desa Kasengan, Minggu 22 Desember 2019 Pukul 07.00

Sunday, December 22, 2019

Ngaji Bersama Anak-Anak Kasengan, Manding, Sumenep


Kota Sumenep identic dengan kota sejarah, karena kota ini dulunya dipimpin oleh Putra Kesatria Sumenep yaitu “Arya Wiraraja”. Serta banyak terdapat pondok-pondok besar di sumenep. Didesa Kasengan ini masyrakatnya wajib harus tau Pendidikan tentang agama khususnya ngaji.




Dalam mengajari anak-anak desa Kasengan mengaji ini tentunya merupakan tuntutan besar atau bahkan hal yang wajib. Prinsip orang sumenep yaitu khususnya kasengan ini “Ketika kita dapat megejar Akhirat maka Dunia pun kita dapat” artinya hal utama yang harus dikerjakan adalah akhirat urusan kita dengan yang diatas yang menciptakan manusia. Maka ketika kita mudah mendpatkan bekal untuk akhirat maka hal didunia pun kita dapat, yaitu kita dapat dimudahkan segala urusannya mulai dari belajar, serta hal-hal lainnya.



Hamper sama dengan kota-kota besar lainnya, hal dalam mengaji untuk anak-anak kasengan kita lihat dengan cara dia mengucapkan tajwid dengan benar sehingga setiap kata-kata yang mereka baca dapat berupa arti yang benar. Kegiatan ini diakan setiap harinya selama ABDIMAS-34 berlansung dan mengajar mengaji ini diakan dari saat Azan Magrib sampai Isyak. Belajar mengaji ini merupakan proker utama ABDIMAS-34 dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan SDM yang berwawasan luas sehingga nantinya SDM ini dapat melahirkan masyarakat yang siap akan mental serta membangun desa mereka dengan baik.



                                                                          Desa Kasengan, Jumat 20 Desember 2019 Pukul 17.00

Ada Apa di Rumah Pak RT Kasengan, Manding, Sumenep


Dalam melakukan suatu acara atau pengajian di daerah kasengan mempunyai cara yang unik. Hampir disetiap desa Kasengan ini setiap minggunya melakukan pengajian. Pengajian ini biasanya dilakukan pada malam hari. Kenapa harus malam hari ? karena hampir setiap masyarakat dikasengan ini pada pagi harinya mereka bekerja untuk mencari nafkah olehkarena itu jadwal setiap pagi sampai sore tidak dapat dilakukan untuk melakukan acara kumpulan, serta menetapkan jadwal pada malam hari untuk melakukan tali silaturrahmi dengan tetangga.

  
Pengajian yang dilakukan oleh Pak RT ini telah merupakan pengajian rutinan setiap seminggu sekali. Setiap warga atau masyarakat yang mempunyai sawah pada RT yang lain maka RT tersebut masuk juga masuk dalam warga atau masyarakat RT yang memiliki sawah.




Acara pengajian dilakukan dengan membaca ayat-ayat suci Al-Quran serta doa-doa lainnya agar sawah mereka dapat menjadikan hasil yang bermanfaat serta melimpah. Setelah acara selesai selanjutnya, kami KKN 34 diberikan hidangan berupa teh. Hal ini sangat unik. Umumnya teh mempunyai warna yang identik dengan kecokelatan, akan tetapi di desa kasengan ini mempunyai warna kuning seperti kunyit tapi berasa teh sangat pas sekali disajikan ketika hangat. Selanjutnya kami diberikan makanan khas kota Sumenep, yaitu berupa Soto Sumenep. Soto yang sangat unik karena penyajiannya dengan soto daging yang dipadukan dengan bumbu kacang, kecap serta sambel. Mantap bukan. Hal unik ini jarang sekali kita temui dengan kesederhanaan, masa modern ini namun budaya serta adat istiadat dari sumenep ini sangat kental sekali yang dapat dilihat dengan berupa makanan yang dilakukan oleh masyarakat Kasengan, Manding, Sumenep.




                                                                          Desa Kasengan, Kamis 19 Desember 2019 Pukul 18.00

Wednesday, December 18, 2019

Rekening Gratis Untuk Desa Kasengan

Sekertaris Desa Kasengan, Manding, Sumenep telah melakukan kebijkaan atas izin dari Kepala Desa Kasengan untuk melakukan pembuatan rekening Bank Mandiri untuk masyarakat kasengan yang kurang mampu. Pendataan ini lakukan serentak oleh masyarakat Kasengan kurang lebih sekitar 500 penduduk telah didaftarkan secara gratis, umumnya pendaftaran ini dikhusukan untuk warga yang nominal upah gajinya kurang dari Rp. 500.000.


Pendaftaran ini dilakukan di Balai Desa Kasengan, Manding, Sumenep. Yang dimana banyak pendaftar ini yang pekerjaannya sebagian besar adalah petani/pekebun. Dalam pendataan ini masyarakat dihambau untuk membawa FC Surat Kartu Keluarga (KK) dan FC KTP sebagai identitas asli masyarakat. 

Dalam melakukan pendataan atas 500 jiwa ini tentunya jika dilakukan oleh pengurus Balai Desa, anggota ABDIMAS-34, serta pegawai Bank Mandiri. untuk mengecek apakah surat antar data asli dengan nama yang terdapat di KTP sama.


Pembuatan Rekening serentak ini bertujuan untuk membuat masyarakat lebih modern untuk menyimpan, mengelola uang di Bank. Serta dapat melakukan peminjaman sebagai modal usaha awal pengembangan usaha yang diinginkan.



                                                                    Desa Kasengan, Rabu 18 Desember 2019 Pukul 09.00

Silaturrahmi Dengan "WATER PARK SUMEKAR"

Sumenep merupakan sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Timur yang terletak di ujung timur Pulau Madura. Kabupaten Sumenep ini memiliki berbagai tempat wisata salah satunya Waterpark Sumekar (WPS). Waterpark Sumekar ini bermula dari kepedulian putra daerah yang bernama H. Latif yang merupakan pengusaha lokal yang lebih dari 30 tahun bergelut di bidang wisata. H. Latif melakukan perjalanan wisata keluar dari pulau Madura setiap tahun bersama keluarganya. Suatu hari H. Latif dipanggil sebagai putra daerah untuk membangun  objek wisata yang dapat dinikmati oleh masyarakat Madura. Waterpark pun menjadi salah satu ide yang dituangkan di atas 2 hektar lahan yang terletak di atas dua bukit yaitu bukit raja dan bukit ratu.  Pembangunan ini dimulai pada Januari 2011 hingga diresmikan pada tanggal 28 juni 2012 oleh Bupati Sumenep kala itu.





Adanya Waterpark Sumekar tidak lepas dari campur tangan dan dari Bapak Hasan yang merupakan warga asli dari Kasengan, Manding, Sumenep yang saat ini menjadi pengelola dari Waterpark Sumekar itu sendiri. Bapak Hasan juga ikut serta mewujudkan mimpi dari pengusaha muda H. Latif. Beliau juga berjuang menguatkan serta menyalurkan ide-idenya untuk mewujudkan mimpi desa Kasengan. Mulai dari melakukan proposal hingga presentasi dan wawancara sampai disetujuinya proposal pengajuan pembangunan Waterpark. Hingga saat ini Bapak Hasan diberikan amanat untuk mengurus Waterpark Sumekar sebagai aset wisata dari Kasengan, Manding, Sumenep.




Waterpark Sumekar mulai dibuka secara umum dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat pada tanggal 1 juli 2012. Dua hari setelah peresmian, difokuskan untuk mengelola sumber daya manusia untuk kesiapan operasional waterpark. Modal yang dibutuhkan H. Latif untuk membangun waterpark ini adalah 4,5 Milliar  dan modal tersebut ditargetkan dapat kembali dalam kurung waktu 2 tahun setelah peresmian atau setelah pembukaan untuk umum. Antusias warga terutama warga madura yang cukup besar membuat modal tersebut dapat kembali hanya dalam kurung waktu 1,5 tahun. Pembangunan waterpark tersebut tanpa melibatkan arsitek, hanya bermodal dari ide kreatif H. Latif dan Bapak. Hasan. Hingga saat ini terdapat 1,5 hektar lahan untuk pengembangan waterpark.



Waterpark Sumekar memiliki beberapa wahana wisata diantaranya adalah kolam renang untuk anak-anak, dewasa, kolam renang untuk perlombaan, waterslide, sepeda air, flying fox, mini zoo, terdapat rencana baru untuk pembangunan kolam ombak dan wahana gocar. Lokasi waterpark yang strategis (satu jalur dengan wisata religi asta tinggi) dan memiliki tempat di dataran tinggi membuat objek wisata ini menjadi primadona untuk warga Madura dan sekitarnya. Harga tiket masuk yang relatif murah (20.000 untuk hari biasa dan 25.000 untuk weekend)membuat waterpark ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Terdapat 47 karyawan yang membantu operasional di waterpark ini. Saat ini Waterpark Sumekar dipimpin oleh Zainul Latif yang sebelumnya di pegang oleh H. Risnu (tahun 2012- januari 2016). Pendapatan rata-rata waterpark Sumekar adalah 100-200 juta/ bulan dan dapat mengangkat perekonomian sekitar waterpark.


Untuk kalian yang ingin mengunjungi Waterpark Sumekar ini maka harus membayar 20.000/orang untuk hari masuk dari senin - sabtu, sedangkan untuk hari liburan maka harus membanyar 25.000/orang. Waterpark ini hanya buka pada jam 08.00 - 17.00. Jika untuk kalian ingin reunian dengan teman-teman SMA, acara keluarga, acara kampus atau sekolah bahkan lainnya maka bisa menghubungi dan konsultasi dengan pihak terkait di Water Park Sumekar.



                                                                          Desa Kasengan, Selasa 17 Desember 2019 Pukul 10.00

Monday, December 16, 2019

PEMBUKAAN ABDIMAS-34 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2019/2020

Universitas Trunojoyo Madura merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang terletak di Kabupaten Bangkalan (Madura). Universitas ini memiliki program yang terlaksana di setiap semester ganjil/genap yang biasa disebut Abdi Masyarakat (ABDIMAS). ABDIMAS pada semester ini dinamakan ABDIMAS Tematik, karena pemilihan kelompok dan tempat ditentukan oleh pihak kampus dan dipilih secara acak. Terdiri dari 4 Kabupaten yang dijadikan sebagai tempat untuk mengabdi para mahasiswa, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. ABDIMAS-34 yang merupakan salah satu kelompok ABDIMAS dari Universitas Trunojoyo Madura yang mendapatkan tempat ABDIMAS di Desa Kasengan, Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep. Kelompok ABDIMAS-34 ini terdiri dari 12 anggota dari berbagai Fakultas dan Program Studi yang berbeda, yang terdiri dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas FISIB. ABDIMAS-34 ini diketuai oleh Koordinator Desa (kordes) yang bernama Nurul Wahyudi dari Prodi Teknik Mekatronika dan dibina oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Bapak Busyro Karim, S.Ag., M.Si.


                         

Pada hari Senin, 16 Desember 2019 tepatnya pada jam 11.00 WIB yang bertempat di Balai Desa Kasengan, Manding, Sumenep telah berlangsung acara "Pembukaan ABDIMAS-34 Semester Gasal Tahun Akademik 2019/2020". Acara ini telah dihadiri oleh penanggung jawab Kepala Desa, beberapa perangkat desa serta ketua RT dan anggota kelompok ABDIMAS-34.

                                  
  
                                  


Dalam Pembukaan ABDIMAS-34 ini acara dilakukan dengan sangat formal mulai dari pembukaan, sambutan dari Koordinator Desa serta penyampaian program kerja (proker), sambutan DPL, sambutan kepala desa, pembacaan doa, dan penutup serta dilanjutkan dengan acara foto bersama. Harapan dari adanya ABDIMAS ini diharapkan dapat menjalin silaturahmi yang baik, dapat membantu masyarakat, dan mengembangkan potensi yang ada di desa Kasengan, sehingga menjadi desa yang kreatif, inovatif dan produktif.

                                   


                                                                                                         
                                                                           Desa Kasengan, Senin 16 Desember 2019 Pukul 11.00

Powered by Blogger.

Flickr

Random Posts