Sunday, July 17, 2016

POTRET PEKERJAAN SERTA KERAMAHAN MASYARAKAT DESA KASENGAN, KABUPATEN SUMENEP


Hari ketiga kelompok KKN 17 dari Universitas Trunojoyo Madura, kami menyusuri rumah-rumah yang ada di Desa Kasengan, Kabupaten Sumenep untuk bersilaturrahmi kepada masyarakat yang ada disini. Sedikit menarik hati kami ketika hendak dalam perjalanan kerumah warga, kami bertemu dengan ibu dan bapak tani tangguh yang sedang memanen padi di sawah, kami tidak sempat berbincang namun kami lihat bahwa pekerjaan mereka begitu mulia dari persiapan penanaman bibit padi hingga proses panen yang begitu menguras tenaga serta materi. Menanam padi merupakan salah satu kegiatan musiman yang dilakukan oleh petani di Desa Kasengan untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Petani sedang memanen padi di sawah (doc. pribadi)

Selain petani padi yang kami temui disela perjalanan, kami juga bertemu dengan bapak yang menanam bibit tembakau, kami sempat berbincang dengan beliau, dan kami sempat bertanya juga kenapa di musim yang tidak menentu ini bapak masih bisa menanam bibit tembakau padahal menanam tembakau butuh perawatan yang cukup ekstra dengan biaya yang tidak sedikit, ketika saya bertanya demikian bapak tersebut hanya mengisyaratkan dengan senyuman yang mempunyai banyak arti antara kepasrahan dan pekerjaan musiman mereka. Kamipun ikut tersenyum menghargainya, setelah itu bapak tersebut berkata bahwa pekerjaan tersebut setiap musim dikerjakan, dan beliau pasrah dengan musim yang tidak menentu ini dan juga dengan harga tembakau yang selalu fluktuatif, para petani biasanya tidak menghitung untung-rugi, yang penting jika ada lahan kosong harus ditanami, eman jika hanya ditumbuhi rerumputan gulma dan semak belukar, begitulah prinsip mereka. Beliau bekerja hanya sendiri tidak dibantu oleh keluarga lainnya namun ada semangat yang terpancar dari wajah beliau.

salah seorang petani tembakau

            Setiap perjalanan, kami bertemu sapa dengan masyarakat dan tidak jarang mereka meminta kita untuk singgah di peraduan mereka. Terlihat sekali keramah-tamahan yang disuguhkan oleh masyarakat setempat. Kami berbincang tentang banyak hal dan berbagi pengalaman. Mereka menyambut kami dengan penuh suka cita serta memberi suguhan untuk kita makan bersama. Berasa berada dalam keluarga sendiri, banyak tawa dan senyum yang terpancar. Mereka menerima kami dengan tangan terbuka, bahagia rasanya mengetahui hal itu. Seperti itulah hidup bersosial, saling menerima dan menghargai meski banyak perbedaan diantara budaya dan bahasa diantara kami. Sebab, peserta KKN kali ini memang punya latar belakang jurusan yang berbeda, serta dari daerah dengan bahasa yang berbeda-beda pula.

diskusi dengan warga desa

Text Box: Silaturrohmi dengan masyarakat            Setelah dari rumah warga, kami melanjutkan perjalanan untuk bersilaturrahmi kerumah Bapak Sekretaris Desa, Bapak Syamsul Huda. Saat hendak menuju kediaman beliau, kami menemukan kesulitan tidak tahu tentang arah menuju ke rumah beliau. Kemudian kami menemui sebuah rumah warga, di rumah tersebut ternyata ada seorang nenek paruh baya sedang mencuci piring di depan kamar mandi. Kami pun berkeinginan untuk bertanya mengenai jalan menuju rumah Bapak Sekretaris Desa, nenek tersebut tersenyum dengan menyulurkan tangannya kepada kami, kamipun menerima dengan hangat sambutan tersebut. Nenek sedikit heran dengan beberapa anak muda yang masih terlihat asing dihadapannya, sehingga bertanyalah beliau kepada kami, kami bercerita kepada nenek tersebut kalau kami adalah mahasiswa KKN dari Universitas Trunojoyo Madura yang mempunyai tugas disini, nenek tersebut hanya menganggukkan kepala entahlah kami tidak mengerti  apakah beliau benar-benar mengerti tentang cerita kami, namun nenek itu langsung menawarkan kami untuk duduk di rumahnya, kami langsung bertanya mengenai jalan menuju ke rumah Bapak Sekretaris Desa, beliau lalu menjelaskan menggunakan bahasa Madura. Beruntung kami mempunyai beberapa teman yang berasal dari Madura, sebab beberapa diantara kami masih kesulitan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Madura.

doc.pribadi

            Percakapan tersebut kami akhiri dengan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju rumah Bapak Sekretaris Desa. Berkat bantuan nenek tersebut, akhirnya kami sampai juga di rumah Bapak Sekretaris Desa. Kami disambut dengan senyuman, dan disuguhi berbagai macam kue. Kami berbincang panjang membahas pula mengenai program KKN serta mengenai masyarakat Kasengan yang ramah dan baik hati. Masyarakat yang bekerja keras demi mengumpulkan keping-keping rupiah. Masyarakat yang tak lupa akan kehadiran-Nya meski ditengah kesibukan. Menjelang sore kami pun berpamitan untuk kembali ke posko.



By: Hozaimah & Lyta Pranawati
Di pagi yang berembun,

Desa Kasengan, Kabupaten Sumenep, 16 Juli 2016

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Flickr

Random Posts